Penulis: Suryawan, S.E., B.Med., M.Med.
JAKARTA — Pada 19–22 Oktober 2026, atas undangan Perkumpulan Pengobat Tradisional Interkontinental Indonesia (PPTII), delegasi ahli dari Tiongkok yang dipimpin Zhang Qing, Wakil Direktur/ Wakil Presiden Wangjing Hospital, China Academy of Chinese Medical Sciences, melakukan rangkaian kunjungan kerja di Jakarta. Delegasi antara lain melibatkan Academician Zhu Liguo dari Chinese Academy of Engineering, Feng Minshan selaku penanggung jawab proyek dan pimpinan bidang tulang belakang Wangjing Hospital, serta anggota tim proyek lainnya.
Agenda utama rangkaian kunjungan adalah The 1st Forum on the Integrated Development of Indonesian Traditional Medicine and Traditional Chinese Medicine pada 20 Oktober 2026, yang dirangkaikan dengan peluncuran dan penyerahan plakat China–Indonesia Joint Laboratory for Digital and Intelligent Traditional Chinese Medicine in the Prevention and Treatment of Degenerative Bone and Joint Diseases. Laboratorium bersama ini berfokus pada pengembangan pelatihan terstandar, penelitian berbasis bukti, dan pemanfaatan teknologi digital untuk terapi non-obat TCM, khususnya pada penyakit degeneratif tulang dan sendi seperti spondilosis servikal dan gangguan diskus lumbal.
Forum diselenggarakan oleh Perkumpulan Pengobat Tradisional Interkontinental Indonesia (PPTII) sebagai penyelenggara utama. Sesuai agenda resmi, mitra penyelenggara pendamping (co-organizing partners) adalah Wangjing Hospital, China Academy of Chinese Medical Sciences; The First Teaching Hospital of Tianjin University of Traditional Chinese Medicine; serta Beijing Shui Mu Dongfang Medical Robot Technology Innovation Center Co., Ltd. Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC) bertindak sebagai co-organizer. Kolaborasi penyelenggara ini mempertemukan organisasi profesi, rumah sakit, perguruan tinggi, dan mitra teknologi untuk mendukung forum ilmiah sekaligus implementasi Joint Laboratory di Indonesia.
Laboratorium Bersama Resmi Diluncurkan di Jakarta
Dalam sambutan pembuka, Ketua PPTII Suryawan Ang menegaskan bahwa kekayaan pengobatan tradisional Indonesia dan sistem TCM yang telah berkembang secara terstruktur tidak perlu ditempatkan sebagai dua pendekatan yang saling menggantikan. Kerja sama justru diarahkan pada penguatan keunggulan masing-masing melalui penelitian bersama, peningkatan kompetensi, standardisasi teknik klinis, dan pemanfaatan teknologi digital secara bertanggung jawab.
Ketua PPTII Suryawan Ang menyampaikan sambutan pada pembukaan forum.
Mewakili mitra Tiongkok, Zhang Qing menyampaikan bahwa peluncuran laboratorium di Indonesia menandai peralihan kerja sama dari tahap perencanaan menuju implementasi. Wangjing Hospital bersama mitra Indonesia akan mendorong penelitian klinis multisenter, pelatihan klinis, dan pengembangan model pelayanan yang dapat diterapkan sesuai konteks Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
Zhang Qing, pimpinan Wangjing Hospital, menyampaikan sambutan mewakili mitra Tiongkok.
Rektor UKDC Dr. Victor Imanuel Williamson Nalle dan Wakil Rektor IIK Bhakti Wiyata Dr. Ekawati Sutikno, M.Kes. turut menyampaikan komitmen institusi pendidikan Indonesia dalam penguatan pendidikan, penelitian, pengembangan SDM, serta kerja sama akademik internasional.

Rektor UKDC Dr. Victor Imanuel Williamson Nalle menyampaikan sambutan.

Wakil Rektor IIK Bhakti Wiyata Dr. Ekawati Sutikno, M.Kes. menyampaikan sambutan.
Dari jaringan internasional TCM, Pan Ping, Deputy Secretary-General World Federation of Chinese Medicine Societies (WFCMS), menyoroti pentingnya pertukaran akademik, standardisasi, dan kerja sama profesional lintas negara. Dari Konsil Kesehatan Indonesia (KKI), Dr. Drs. Mohammad Agus Samsudin, M.M. juga memberikan sambutan mengenai pengembangan tenaga kesehatan, tata kelola profesi, dan pentingnya kolaborasi kelembagaan.

Pan Ping, Deputy Secretary-General WFCMS, menyampaikan sambutan.

Dr. Drs. Mohammad Agus Samsudin, M.M., anggota Pimpinan Konsil Kesehatan Indonesia, memberikan sambutan.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., memberikan sambutan secara daring dan secara resmi membuka forum. Ia menekankan pentingnya pengembangan obat bahan alam yang berbasis bukti ilmiah, memenuhi persyaratan keamanan, khasiat, dan mutu, serta didukung kolaborasi riset dan inovasi yang bertanggung jawab.

Kepala BPOM Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D. memberikan sambutan dan membuka forum secara daring.
Setelah rangkaian sambutan, perwakilan Tiongkok dan Indonesia bersama-sama melakukan peluncuran dan penyerahan plakat Joint Laboratory di Jakarta. Kegiatan ini melanjutkan peluncuran proyek sebelumnya di Beijing dan menandai dimulainya fase implementasi di Indonesia.

Foto bersama pada peluncuran dan penyerahan plakat Joint Laboratory di Jakarta.

Foto bersama seluruh peserta forum.
Pertukaran Ilmiah dan Demonstrasi Teknik TCM Ortopedi
Pada sesi ilmiah, Academician Zhu Liguo menyampaikan perkembangan dan kondisi terkini TCM orthopedics and traumatology. Paparan menekankan bagaimana warisan keilmuan TCM dapat dikembangkan melalui pendidikan, penelitian, standardisasi, dan evaluasi modern.

Academician Zhu Liguo menyampaikan keynote mengenai perkembangan TCM orthopedics and traumatology.
Zhang Qing kemudian memperkenalkan Qing Palace Bone-Setting School, termasuk karakter akademik, pola pewarisan keilmuan, dan teknik manual yang menjadi bagian penting dalam tradisi ortopedi TCM.

Zhang Qing menyampaikan presentasi mengenai Qing Palace Bone-Setting School.
Feng Minshan memaparkan penelitian klinis dan dasar mengenai rotation–traction manipulation untuk cervical spondylosis. Materi tersebut menjadi salah satu teknik utama yang akan dikaji dalam agenda pelatihan dan penelitian Joint Laboratory.

Feng Minshan menyampaikan paparan penelitian rotation–traction manipulation untuk cervical spondylosis.
Feng Minshan dan Zhu Liguo kemudian melakukan demonstrasi teknik secara langsung. Demonstrasi ini mendapat perhatian besar dari peserta Indonesia karena memperlihatkan prinsip teknis, positioning, serta tahapan manipulasi secara visual dan sistematis.

Feng Minshan dan Zhu Liguo mendemonstrasikan teknik rotation–traction manipulation.

Peserta forum mengamati demonstrasi teknik TCM ortopedi secara langsung.
Perspektif Indonesia: Herbal, Integrasi Klinis, dan Kebutuhan Lokalisasi
Para narasumber Indonesia turut menyampaikan pengalaman lokal. Suryawan Ang memaparkan penggunaan teori TCM sebagai salah satu kerangka untuk menjelaskan karakter dan penggunaan herbal Indonesia. Onny Priskilla, S.KM., M.Kes. menjelaskan kajian Lempuyang Gajah (Zingiber zerumbet L.) untuk mendukung peningkatan nafsu makan pada anak, sementara Maredona K. Sutantio, B.Med., M.Med. membahas pendekatan integratif pada nyeri lutut.

Suryawan Ang menyampaikan presentasi mengenai penggunaan teori TCM untuk menjelaskan herbal Indonesia.

Onny Priskilla, S.KM., M.Kes. memaparkan kajian Lempuyang Gajah (Zingiber zerumbet L.).

Maredona K. Sutantio, B.Med., M.Med. menyampaikan pendekatan integratif pada nyeri lutut.
Diskusi Implementasi: AI, Pelatihan, dan Penelitian Klinis
Pada sesi kerja sore, delegasi berdiskusi dengan PPTII serta mitra pendidikan dan pelayanan kesehatan Indonesia. Han Changxiao menyampaikan pengembangan dan aplikasi kecerdasan buatan untuk cervical spondylosis. Diskusi kemudian difokuskan pada standardisasi pelatihan, pembangunan platform diagnosis cerdas, tata kelola data, kesiapan penelitian klinis, serta pembagian peran antar-institusi.

Han Changxiao menyampaikan paparan mengenai pembangunan dan aplikasi AI untuk cervical spondylosis.
Pada rangkaian sesi sore juga dilakukan penyerahan plakat kepada mitra Indonesia, termasuk IIK Bhakti Wiyata, sebagai bagian dari penguatan jejaring implementasi dan pengembangan SDM.
Penyerahan plakat kepada mitra Indonesia dalam rangkaian implementasi Joint Laboratory.

Foto bersama setelah diskusi implementasi pada sesi sore.
KKI: Memetakan Sistem Pendidikan, Profesi, dan Kewenangan Pengobatan Tradisional Indonesia
Pada 21 Oktober 2026, delegasi melanjutkan kunjungan kelembagaan ke Konsil Kesehatan Indonesia (KKI). Kunjungan dan pertemuan dengan pimpinan KKI ini juga difasilitasi oleh Ketua PPTII Suryawan Ang, sebagai bagian dari upaya mempertemukan tim Tiongkok dengan pemangku kepentingan utama yang mengatur tata kelola tenaga medis dan tenaga kesehatan di Indonesia, termasuk bidang pengobatan tradisional.
Delegasi bertemu dengan Ketua KKI drg. Arianti Anaya, MKM, Wakil Ketua KKI dr. Roberth Johan Pattiselanno, MARS, serta sejumlah pimpinan KKI lainnya, termasuk Megawati Santoso, Ph.D. dan Dr. Drs. Mohammad Agus
Samsudin, M.M. Dalam pertemuan tersebut, KKI memberikan gambaran mengenai struktur pendidikan, kompetensi, registrasi, kewenangan, dan tata kelola profesi pengobatan tradisional di Indonesia.
Kondisi pengobatan dan pendidikan tradisional diperkenalkan melalui beberapa kolegium yang menjadi pengampu cabang disiplin terkait. Kolegium Pengobatan Tradisional Interkontinental diwakili oleh ketuanya, Ferdinand, B.Med., M.CM., Ph.D.; Kolegium Pengobatan Tradisional dipimpin Alifati Tofinashri, A.Md.; dan Kolegium Kesehatan Tradisional Ramuan dan Jamu dipimpin Mochamad Subechan, A.Md.Kes. Pertemuan juga menyinggung keberadaan Kolegium Akupunktur Terapis serta Kolegium Akupuntur pada jalur tenaga medis/akupunktur medik, sehingga delegasi memperoleh gambaran bahwa pengobatan tradisional dan akupunktur di Indonesia berada dalam beberapa jalur pendidikan dan profesi yang berbeda.
Penekanan tersebut menjadi masukan penting bagi tim Joint Laboratory. Pelatihan tidak cukup diposisikan sebagai demonstrasi singkat atau transfer teknik, tetapi perlu dirancang sebagai program kompetensi yang mencakup teori, praktik, asesmen, patient safety, dan mekanisme pengakuan kewenangan sesuai sistem Indonesia.

Delegasi Tiongkok melakukan kunjungan dan dialog dengan Konsil Kesehatan Indonesia.
BPOM: Menjajaki Riset Klinis Herbal serta Jalur Impor–Ekspor Indonesia–Tiongkok
Pada hari yang sama, delegasi juga melakukan kunjungan resmi ke BPOM RI. Delegasi diterima oleh Kepala BPOM Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D. Rangkaian pertemuan dengan BPOM difasilitasi oleh Ketua PPTII Suryawan Ang, dengan dukungan koordinasi dari Deputi I BPOM dr. William Adi Teja, MD., BMed., MMed, yang membidangi pengawasan obat, narkotika, psikotropika, prekursor, dan zat adiktif.
Pertemuan membahas kemungkinan kerja sama yang lebih konkret dalam bidang penelitian klinis herbal/obat bahan alam, penguatan bukti ilmiah, serta pemahaman jalur regulasi untuk pemasukan dan pengeluaran bahan maupun produk herbal antara Indonesia dan Tiongkok. Kedua pihak juga mendiskusikan kemungkinan membangun komunikasi yang lebih terstruktur agar riset bersama dapat diterjemahkan menjadi produk yang memenuhi standar mutu, keamanan, khasiat, dan ketentuan perizinan masing-masing negara.
Deputi II BPOM Mohamad Kashuri, S.Si., Apt., M.Farm. menjelaskan gambaran hubungan perdagangan obat bahan alam Indonesia–Tiongkok. Dalam diskusi, ia menyampaikan bahwa arus produk dan bahan herbal saat ini masih sangat didominasi impor dari Tiongkok, yang digambarkan sekitar 90%, sedangkan porsi ekspor obat bahan alam Indonesia ke Tiongkok sekitar 10%. Gambaran tersebut menjadi dasar pembahasan mengenai perlunya membuka peluang yang lebih seimbang bagi produk obat bahan alam Indonesia untuk memasuki pasar Tiongkok, sekaligus memastikan produk yang masuk ke Indonesia memenuhi persyaratan regulasi.
Pihak Indonesia melihat ruang kerja sama yang luas, mulai dari penelitian klinis bersama, standardisasi bahan baku, pertukaran informasi regulasi, pendampingan registrasi, hingga penjajakan mekanisme ekspor–impor. Bagi Joint Laboratory, dialog dengan BPOM juga penting untuk memastikan pengembangan inovasi tidak berhenti pada penelitian, tetapi memiliki jalur yang jelas menuju pemanfaatan yang aman dan bertanggung jawab.
![]()
Delegasi Tiongkok berkunjung ke BPOM RI untuk membahas riset klinis herbal, regulasi, serta peluang kerja sama Indonesia–Tiongkok.
Dari Forum Menuju Implementasi
Rangkaian forum, diskusi teknis, dan kunjungan kelembagaan menunjukkan bahwa kerja sama Joint Laboratory memasuki fase yang semakin operasional. Wangjing Hospital dan mitra Tiongkok akan melanjutkan koordinasi dengan pihak Indonesia untuk pelatihan terapi non-obat yang terstandar, penelitian klinis multisentasdfer pada penyakit unggulan, pembangunan dan validasi platform digital cerdas, serta pengembangan model kerja sama yang sesuai dengan regulasi dan sistem kesehatan Indonesia.
Bagi PPTII dan mitra Indonesia, rangkaian ini juga memperkuat prinsip bahwa internasionalisasi TCM di Indonesia harus berjalan melalui pendidikan yang memadai, kompetensi yang dapat dipertanggungjawabkan, keselamatan pasien, penelitian berbasis bukti, serta koordinasi dengan lembaga pemerintah dan profesi. Dengan fondasi tersebut, teknologi dan pengalaman TCM diharapkan dapat memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia dan kawasan Asia Tenggara tanpa mengabaikan konteks lokal dan tata kelola nasional.
Catatan redaksi: Narasi disusun berdasarkan materi komunikasi delegasi dan informasi pertemuan. Nama serta jabatan pimpinan KKI dan BPOM telah disesuaikan dengan sumber resmi yang berlaku per Oktober 2026. Pernyataan mengenai durasi pelatihan 1.200 jam/6 bulan dan perbandingan 90%–10% ditulis sebagai pokok yang disampaikan dalam pertemuan, bukan sebagai kutipan regulasi atau statistik nasional yang berdiri sendiri.