Dari Anak Desa di Jiangnan hingga Menjadi Maestro Akupunktur Dunia – Kisah Hidup Legendaris Yang Jiashan

Sumber: https://mp.weixin.qq.com/s/m3T8ZUcLHSDEoMhqMcNt1w

Catatan: Prof. Yang Jiashan adalah salah satu dokter TCM Tiongkok yang ikut dalam rombongan Tim Dokter Tiongkok datang ke Indonesia di tahun 1962/1963 untuk mengobati Presiden RI pertama Ir. Soekarno. Beliau juga yang kemudian mengajarkan dan membuat dokter di Indonesia mempelajari akupunktur dan ada spesialis akupunktur untuk dokter.

 

640.webp

Dalam langit gemerlap perkembangan pengobatan Tiongkok di abad ke-20, nama Yang Jiashan (杨甲三) bersinar sebagai bintang yang memancarkan kebijaksanaan dan kasih. Dengan jarum peraknya, ia membuka babak baru dalam dunia akupunktur; dengan seluruh hidupnya, ia mencurahkan diri dalam pendidikan, melahirkan ribuan praktisi unggul. Dari bocah desa di Jiangnan hingga menjadi maestro akupunktur ternama dunia, hidupnya adalah penjelmaan nyata dari semangat “Dokter Agung Penuh Ketulusan” (大医精诚) dan menjadi bab tak tergantikan dalam warisan dan inovasi pengobatan Tiongkok.

I. Masa Muda dan Awal Jalan Kedokteran

Yang Jiashan lahir pada 2 Januari 1919 di Wujin, Jiangsu, dalam keluarga biasa. Saat itu, arus masuk ilmu Barat ke Tiongkok sedang kuat, dan pengobatan tradisional Tiongkok berada dalam tekanan. Namun, Yang kecil yang menyaksikan penderitaan rakyat menumbuhkan tekad untuk “menggantung kendi obat dan menyelamatkan dunia”.

Di usia 13 tahun, ia menjadi murid tabib terkenal Wu Bingsen di Changzhou. Setiap pagi ia menghafal Tang Tou Ge Juedan Yao Xing Fu, siang hari mendampingi gurunya merawat pasien, malamnya mempelajari Huang Di Nei Jing dan Shang Han Lun. Dalam cuaca apapun, ia tak pernah malas – membangun fondasi teori TCM yang kokoh.

Tahun 1935, di usia 16 tahun, ia meninggalkan gurunya dan pergi ke Wuxi untuk belajar dari tokoh besar akupunktur modern, Cheng Dan’an (承淡安), pendiri sekolah akupunktur modern pertama di Tiongkok. Di sinilah titik balik akademiknya dimulai. Cheng memadukan teori tradisional dengan anatomi dan fisiologi modern. Yang Jiashan menyerapnya dengan antusias, menguasai teknik jarum tradisional dan mempelajari logika ilmiah tentang meridian dan titik akupunktur. Ia bahkan mengamati alam dan membangun filosofi “manusia dan alam sebagai satu kesatuan” (天人合一) dalam diagnosa dan terapi.

Tahun 1936, ia lulus dengan nilai terbaik dan mulai praktik mandiri di usia 17 tahun.

640.webp

II. Pengabdian di Dunia Pendidikan: Menyemai Bintang di Bidang Akupunktur

Setelah berdirinya Republik Rakyat Tiongkok, Yang Jiashan mendapat peluang besar. Pada 1950, ia menjadi pengajar di Sekolah Pengobatan Tradisional Nanjing (kini Nanjing University of Chinese Medicine), mengawali karier pendidikannya.

Ia turut dalam program pelatihan akupunktur keliling Provinsi Jiangsu – mengunjungi kota hingga desa, melakukan pengobatan gratis, dan mengajar langsung tenaga medis setempat. Ia berkata, “Akupunktur adalah milik rakyat, maka harus dikuasai oleh sebanyak mungkin orang.”

Tahun 1957, ia dipindahkan ke Beijing untuk membantu mendirikan Beijing University of Chinese Medicine dan menjadi kepala pertama Departemen Akupunktur. Ia membangun sistem pendidikan akupunktur dari nol, memadukan pengajaran dan praktik klinis. Tahun 1982, saat jurusan akupunktur resmi berdiri, ia menjadi ketua pertama dan menyusun kurikulum nasional – dari S1 hingga doktoral – yang masih menjadi rujukan hingga kini.

III. Inovasi Akademik: Teori dan Teknik yang Mengubah Dunia Akupunktur

Kontribusi terbesar Yang Jiashan adalah menyatukan teori klasik dengan anatomi modern, menciptakan metode dan teknik baru. Ia menilai penentuan titik akupunktur tradisional terlalu bergantung pada tanda permukaan tubuh dan sering tidak akurat secara anatomi.

Setelah penelitian panjang, ia menciptakan metode “Tiga Sisi Tiga Ruang” (三边三间):

  • Tiga sisi: sisi tulang, sisi otot, sisi tendon

  • Tiga ruang: antara tulang, antara otot, antara tendon

Contoh: titik Chi Ze terletak di sisi tendon biseps (筋边), titik Yang Lao di antara tulang ulnaris dan radius (骨间), dan Da Ying di sisi otot masseter (肉边).

Metode ini akurat, mudah diajarkan, dan sangat efektif, menjadi bahan ajar penting hingga kini.

Ia juga menciptakan metode satu tangan untuk memasukkan jarum (毫针单手进针法), membebaskan tangan kiri dan meningkatkan efisiensi serta kenyamanan pasien.

Dalam riset lima titik Shu (井荥输经合), ia menggabungkan prinsip klasik Huang Di Nei Jing dengan pendekatan “penyakit khusus, meridian khusus, titik khusus, teknik khusus”, menyesuaikan pilihan titik dengan pola sindrom organ dan kondisi tubuh pasien (dingin/panas, kosong/penuh). Sistem ini terbukti sangat efektif secara klinis.

640.webp

IV. Keajaiban Klinik: Jarum dan Ramuan, Dua Kekuatan Menyelamatkan Jiwa

Ia selalu menggabungkan akupunktur dan herbal. “Jarum mengatur Qi, herbal memperbaiki organ,” katanya. Dengan kombinasi ini, hasilnya sering luar biasa.

Sebagai dokter kehormatan negara, ia pernah merawat tokoh penting seperti Liu Shaoqi dan Chen Yi. Dalam satu kasus, pasien kanker hati mengalami pendarahan berat di saluran cerna. Ia langsung menusuk titik Ge Shu, dikombinasikan dengan ramuan hemostatik, dan berhasil menghentikan pendarahan dalam waktu singkat. Kasus-kasus seperti ini terjadi berulang dalam kariernya.

Ia juga merupakan duta budaya TCM, sering diundang ke lebih dari 20 negara seperti Indonesia dan Sri Lanka untuk mengobati rakyat maupun kepala negara. Tahun 1963, ia dianugerahi medali kehormatan tertinggi dari Indonesia, “Pahlawan Kelas IV”, atas jasanya dalam memperkenalkan akupunktur.

V. Karya Abadi: Ilmu Tertulis untuk Generasi Mendatang

Ia menulis banyak buku penting, seperti:

  • 《针灸临床取穴图解》 – panduan titik akupunktur dengan gambar anatomi

  • 《杨甲三取穴经验》 – pengalaman pribadinya dalam metode “Tiga Sisi Tiga Ruang”

  • 《腧穴学》 – menjadi buku teks standar nasional, diterjemahkan ke 11 bahasa

Karya-karyanya mendunia, menjadi referensi penting bagi praktisi dan akademisi internasional.

Sebagai tokoh masyarakat, ia juga menjabat sebagai anggota parlemen nasional (人大代表) dan anggota Komite Nasional (政协委员), aktif menyuarakan kemajuan dunia pengobatan Tiongkok.

640.webp

VI. “Dokter Agung Penuh Ketulusan”: Warisan Keilmuan dan Moralitas

Yang Jiashan wafat pada 5 Mei 2001 di usia 82 tahun. Namun semangatnya tetap hidup. Ia selalu berkata, “Dokter akupunktur haruslah dokter paling unggul — unggul bukan hanya teknik, tapi juga etika dan wawasan.”

Tahun 2019, patung perunggu dirinya diresmikan di Beijing University of Chinese Medicine, bertuliskan “Jarum Perak Menyelamatkan Dunia, Kebajikan Mendidik Manusia” (银针济世,仁德育人).

Pikirannya dikodifikasi dalam 《杨甲三针灸学术经验集》, dan para muridnya mendirikan studio pelestarian warisan akademiknya.

Penutup

Dari bocah desa Jiangnan hingga menjadi maestro akupunktur dunia, Yang Jiashan menjadikan seluruh hidupnya sebagai dedikasi pada ilmu dan kemanusiaan. Ia menjembatani masa lalu dan masa depan pengobatan tradisional Tiongkok. Inovasinya mengubah wajah akupunktur; pendidikannya mencetak generasi penerus; ilmunya menjadi warisan dunia.

Kini, ketika jarum perak kembali berkilau di ruang praktik, dan teori meridian diajarkan di ruang kelas, semangat Yang Jiashan terus membimbing generasi baru untuk memuliakan warisan leluhur dan membawa pengobatan Tiongkok bersinar di dunia.