Hari ini, Minggu, 6 Juli 2025, di Kecamatan Bubutan, jalan Koblen Tengah No. 22, Surabaya, diadakan kembali Bhakti Kesehatan Pengobatan Tradisional Akupunktur yang ke-15.

Bhakti Kesehatan Pengobatan Tradisional Akupunktur ini adalah kerja sama antara Perkumpulan Pengobat Tradisional Interkontinental (PPTII), Perkumpulan Pengobat Tradisional Indonesia (PPTI), Perkumpulan Naturopatis Indonesia (PKNI) DPD Jawa Timur dengan Yayasan Haji Muhammad Chenghoo Indonesia (YHMCI) serta Kecamatan Bubutan Surabaya.

Pengobatan Akupunktur Tradisional ini dilakukan secara gratis bagi masyarakat Surabaya khususnya warga Kecamatan Bubutan.

Bapak Camat Bubutan Surabaya Ferdhie Ardiansyah, S.STP, M.Si., mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat, dan warga khususnya kecamatan Bubutan mendapatkan berkah yang luar biasa pada hari ini.

Warga sangat antusias untuk menerima pengobatan dari praktisi-praktisi Tenaga Kesehatan Tradisional, dari PPTII hadir Bapak Ketua Suryawan SE., B.Med., M.Med. dan Bapak Armin Husodo, Apt., B.Med., dari PPTI hadir Bapak Ketua PPTI Muhammad Chairul Ramadhan dan Ibu Impian D Jasmine. Dari PKNI DPD Jawa Timur hadir Ibu Evie Srimulayani, Ibu Gusti Dewi A., Ibu Liem Chioe Kwie, Ibu Ribut Widajati, Ibu Astrine, Ibu Erna dan Ibu Jenny Astrea.

Hadir juga beberapa mahasiswa program studi D4 Akupunktur dan Pengobatan Herbal Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC) seperti Khoe Hariadi, Lily Sulistyowati, Angelica Gladys Yansyah, Emyr Emanuel Ziashari, Tissa Kusala Citta serta Griya Sehat UKDC Ibu Queena dan teman-teman yang membantu para praktisi sekaligus sebagai ajang magang dan belajar kepada praktisi-praktisi yang handal.

Beberapa warga menceritakan hasil yang mereka rasakan setelah menerima terapi dan semuanya merasakan hasil yang lebih baik setelah menjalani terapi dan berharap bhakti kesehatan pengobatan tradisional ini dapat secara berkala dan berkesinambungan dilaksanakan supaya warga kota Surabaya mendapatkan manfaat kesembuhan dan kesehatan.

Perwakilan dari YHMCI Bapak Huang Jing Yuan menyatakan acara ini sangat perlu didukung terus dan dilaksanakan.

Selain itu, kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari Universitas Katolik Darma Cendika, Kolegium Pengobat Tradisional Interkontinental, World Federation of Chinese Medicine Societies, Ikatan Sinolog Indonesia, Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya (PMTS), DPD Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Surabaya dan Jawa Timur.

Akhir kata… semoga Tenaga Kesehatan Tradisional, Pengobatan Tradisional baik Interkontinental maupun Indonesia mendapatkan tempat di hati masyarakat Indonesia, khususnya di kota Surabaya.